CIREBON – Prestasi gemilang kembali ditorehkan Kampus Cirebon setelah salah satu mahasiswanya meraih juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada Minggu, 12 April 2026. Pencapaian luar biasa ini menandai komitmen institusi pendidikan vokasi terkemuka di Jawa Barat dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Pemenang kompetisi adalah Rizki Pratama, mahasiswa semester enam Program Studi Teknik Informatika Kampus Cirebon, berusia 21 tahun asal Indramayu. Pemuda berbakat ini berhasil mengalahkan 87 peserta dari berbagai universitas terkemuka di seluruh Indonesia dengan proyek inovatifnya berjudul “Smart Water Management System untuk Optimalisasi Penggunaan Air pada Industri Tekstil Cirebon.”
Sistem cerdas yang dirancang Rizki ini mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT), artificial intelligence, dan big data analytics untuk mengurangi penggunaan air pada sektor industri tekstil yang notabene merupakan tulang punggung ekonomi Cirebon. Melalui teknologinya, Rizki berhasil membuktikan bahwa limbah air industri dapat dikurangi hingga 40 persen sambil tetap mempertahankan kualitas produksi.
“Saya sangat bangga karena proyek saya tidak hanya inovatif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi industri lokal Cirebon,” ujar Rizki Pratama saat ditemui di Kampus Cirebon pada Selasa, 14 April 2026. Mahasiswa dengan IPK 3.87 ini menjelaskan bahwa ide cemerlangnya lahir dari observasi langsung terhadap permasalahan lingkungan di industri tekstil sekitar Cirebon.
“Saya sering melihat limbah air berlimpah dari pabrik-pabrik tekstil di sekitar kampus. Itu mendorong saya untuk menciptakan solusi teknologi yang tidak hanya menguntungkan bisnis, tetapi juga ramah lingkungan,” tambah Rizki sambil menunjukkan prototype awal sistem yang dibuatnya bersama dua mahasiswa lainnya sebagai tim penelitian.
Perjalanan Rizki menuju podium tertinggi KITN 2026 bukanlah hal yang mudah. Dia telah melalui serangkaian eliminasi ketat sejak Januari 2026, mulai dari babak penyisihan regional Jawa Barat yang melibatkan 42 peserta, kemudian babak semi-final dengan 16 finalis terbaik, hingga akhirnya bersaing di babak final pada minggu lalu. Di setiap tahapan, inovasi Rizki terus dipoles dan dikembangkan berdasarkan masukan para juri internasional.
“Saya harus banyak belajar dari pesaing-pesaing lain. Beberapa ide mereka sangat matang dan inovatif juga. Tapi saya percaya bahwa solusi saya memiliki keunikan tersendiri karena disesuaikan dengan konteks lokal Cirebon dan bisa langsung diaplikasikan,” jelasnya penuh percaya diri.
Kepala Kampus Cirebon, Dr. Hendra Wijaya, M.T., merespons pencapaian gemilang ini dengan penuh apresiasi dan optimisme. Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di ruang rektorat pada Rabu, 15 April 2026, Hendra Wijaya menekankan bahwa prestasi Rizki adalah bukti nyata dari implementasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Pencapaian Rizki Pratama bukan hanya miliknya sendiri, tetapi adalah hasil dari ekosistem akademik yang kami bangun di Kampus Cirebon. Kami memiliki dosen-dosen berkualitas, fasilitas laboratorium modern, dan program mentoring yang mendukung mahasiswa untuk berinovasi dan berprestasi,” ungkap Dr. Hendra Wijaya dengan bangga.
Dia melanjutkan bahwa prestasi Rizki juga mencerminkan visi Kampus Cirebon untuk menjadi institusi pendidikan vokasi terdepan yang menghasilkan inovator dan problem-solver yang siap menghadapi tantangan global.
“Kami tidak hanya mengajar teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menerapkan ilmu mereka untuk memberikan solusi konkret bagi masyarakat dan industri. Itulah mengapa mahasiswa kami banyak yang berprestasi tinggi dan diterima bekerja di perusahaan-perusahaan besar,” tambahnya.
Dosen pembimbing Rizki, Dr. Bambang Suryanto, M.Sc., juga memberikan apresiasi terhadap ketekunan mahasiswanya. Bambang Suryanto, yang memiliki pengalaman puluhan tahun dalam pengajaran teknik informatika dan penelitian sistem cerdas, menuturkan bahwa Rizki merupakan mahasiswa yang luar biasa disiplin dan penuh inisiatif.
“Rizki datang ke laboratorium hampir setiap hari, bahkan saat weekend, untuk mengerjakan proyeknya. Dia tidak pernah puas dengan hasil yang sudah ada, selalu mencari cara untuk improve dan mengoptimalkan sistemnya,” cerita Dr. Bambang dengan nada kebanggaan.
Lebih lanjut, dosen yang juga menjadi ketua tim riset kampus ini menjelaskan bahwa proyek Rizki telah menarik perhatian beberapa perusahaan tekstil besar di Cirebon dan Jakarta yang tertarik untuk mengkomersialkan teknologi tersebut.
“Kami sedang dalam proses negosiasi dengan beberapa pihak industri. Diharapkan dalam enam bulan ke depan, sistem Smart Water Management ini bisa diimplementasikan di setidaknya dua pabrik tekstil besar sebagai pilot project,” ungkapnya optimis.
Prestasi Rizki Pratama merupakan pencapaian ketiga dalam dua tahun terakhir bagi Kampus Cirebon di tingkat nasional. Sebelumnya, pada tahun 2024, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin bernama Sinta Dewi berhasil memenangkan kompetisi desain otomotif nasional, dan pada tahun 2025, tim mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil meraih perak dalam kompetisi desain infrastruktur berkelanjutan.
Kesuksesan berturut-turut ini membuktikan bahwa Kampus Cirebon memiliki formula yang tepat dalam mengembangkan potensi mahasiswanya. Program-program unggulan seperti Student Research Project, Industry Mentoring Program, dan Innovation Lab telah menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan dan menghasilkan inovasi yang bernilai.
Rektor Kampus Cirebon juga mengumumkan bahwa akan ada penghargaan khusus untuk Rizki, yang diberikan dalam upacara Wisuda Semester Ganjil 2025/2026 pada bulan Juni mendatang. Selain itu, kampus juga memberikan insentif finansial untuk mendukung pengembangan lebih lanjut dari proyek inovatifnya.
“Rizki akan mendapatkan dana research grant sebesar 100 juta rupiah untuk mengembangkan sistem ini ke tahap berikutnya dan memastikan kesiapannya untuk diimplementasikan di industri,” jelas Dr. Hendra Wijaya.
Dampak dari prestasi Rizki tidak hanya terasa bagi institusi, tetapi juga bagi mahasiswa lain yang melihat kisah suksesnya. Beberapa mahasiswa angkatan baru telah mengungkapkan inspirasi mereka untuk mulai mengembangkan proyek inovatif mereka sendiri.
“Melihat Rizki berhasil, saya jadi termotivasi untuk segera memulai proyek riset saya juga. Saya ingin berkontribusi pada pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan untuk petani di sekitar Cirebon,” ujar Aisyah Rahman, mahasiswa semester tiga Program Studi Teknik Pertanian.
Antusiasme mahasiswa ini menunjukkan bahwa ekosistem inovasi yang tercipta di Kampus Cirebon mulai berkembang dan menular ke seluruh komunitas akademik. Ini adalah dampak positif yang diharapkan oleh pimpinan kampus dalam jangka panjang.
Menurut data dari Pusat Pengembangan dan Inovasi Kampus Cirebon, selama tahun akademik 2025/2026, terdapat lebih dari 150 proyek mahasiswa yang telah mendapatkan pendanaan dan bimbingan dari kampus. Dari jumlah tersebut, 12 proyek sudah mencapai tahap prototype dan siap untuk dipresentasikan dalam berbagai kompetisi nasional dan internasional.
“Kami optimis bahwa tahun depan akan ada lebih banyak mahasiswa Kampus Cirebon yang meraih prestasi di tingkat nasional. Komitmen kami adalah terus meningkatkan kualitas pendidikan, fasilitas, dan dukungan untuk inovasi,” kata Kepala Pusat Inovasi Kampus, Ir. Suci Rahayu, M.B.A.
Kesuksesan Rizki Pratama juga menjadi berita baik bagi industri lokal Cirebon, yang selama ini mencari solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan lingkungan. Teknologi yang dikembangkan seorang anak Cirebon ini membuktikan bahwa solusi untuk permasalahan lokal dapat lahir dari dalam komunitas sendiri.
Asosiasi Industri Tekstil Cirebon (AITC), yang merupakan organisasi penampung lebih dari 200 pabrik tekstil di Cirebon, telah mengundang Rizki untuk mempresentasikan sistem cerdas miliknya dalam forum industri yang akan diadakan pada bulan Juni mendatang.
Dengan hasil yang telah dicapai, Kampus Cirebon terus membuktikan diri sebagai institusi pendidikan vokasi yang serius dalam menciptakan lulusan berkualitas tinggi dan inovatif. Prestasi Rizki Pratama menjadi inspirasi bagi seluruh stakeholder kampus untuk terus meningkatkan dedikasi mereka dalam membina generasi muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan daerah.
Ke depannya, Rizki Pratama merencanakan untuk melanjutkan studi ke jenjang magister dengan fokus pada sistem cerdas dan sustainability. Dia juga memiliki mimpi untuk mendirikan startup teknologi yang khusus mengembangkan solusi inovasi untuk industri kreatif dan manufaktur lokal.
“Saya ingin membawa teknologi dari Cirebon ke tingkat nasional bahkan internasional. Saya ingin membuktikan bahwa orang-orang dari daerah seperti Cirebon juga bisa menjadi innovator yang diakui dunia,” tutup Rizki dengan penuh semangat dan determinasi.
Prestasi gemilang Rizki Pratama dan Kampus Cirebon ini mengingatkan kita semua bahwa potensi inovasi dan keunggulan ada di mana-mana, termasuk di daerah-daerah yang mungkin belum banyak mendapat perhatian. Yang diperlukan hanyalah dedikasi, bimbingan yang tepat, dan ekosistem yang mendukung untuk mengaktualkan potensi tersebut menjadi karya nyata yang bermanfaat.
—
Jumlah kata: 1.847 kata